Jumat, 17 April 2009

Kisah Pemberontakan Sang Ronggolawe

Pararaton menyebut pemberontakan Ranggalawe terjadi pada tahun 1295, namun dikisahkan sesudah kematian Raden Wijaya. Menurut naskah ini, pemberontakan tersebut bersamaan dengan Jayanagara naik takhta. Menurut Nagarakretagama, Raden Wijaya meninggal dunia dan digantikan kedudukannya oleh Jayanagara terjadi pada tahun 1309. Akibatnya, sebagian sejarawan berpendapat bahwa pemberontakan Ranggalawe terjadi pada tahun 1309, bukan 1295. Seolah-olah pengarang Pararaton melakukan kesalahan dalam penyebutan angka tahun. Namun Nagarakretagama juga mengisahkan bahwa pada tahun 1295 Jayanagara diangkat sebagai yuwaraja atau "raja muda" di istana Daha.
Selain itu Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Ranggalawe dengan jelas menceritakan bahwa pemberontakan Ranggalawe terjadi pada masa pemerintahan Raden Wijaya, bukan Jayanagara. Fakta lain menunjukkan, nama Arya Wiraraja dan Arya Adikara sama-sama terdapat dalam prasasti Kudadu tahun 1294, namun kemudian keduanya sama-sama tidak terdapat lagi dalam prasasti Sukamreta tahun 1296. Ini pertanda bahwa Arya Adikara alias Ranggalawe kemungkinan besar memang meninggal pada tahun 1295, sedangkan Arya Wiraraja diduga mengundurkan diri dari pemerintahan setelah kematian anaknya itu. Jadi, kematian Ranggalawe terjadi pada tahun 1295 bertepatan dengan pengangkatan Jayanagara putra Raden Wijaya sebagai raja muda.

Dalam hal ini pengarang Pararaton tidak melakukan kesalahan dalam menyebut tahun, hanya saja salah menempatkan pembahasan peristiwa tersebut. Sementara itu Nagarakretagama yang dalam banyak hal memiliki data lebih akurat dibanding Pararaton sama sekali tidak membahas pemberontakan Ranggalawe. Hal ini dapat dimaklumi karena naskah ini merupakan sastra pujian sehingga penulisnya, yaitu Mpu Prapanca merasa tidak perlu menceritakan pemberontakan seorang pahlawan yang dianggapnya sebagai aib.Pertempuran Pararaton mengisahkan Ranggalawe memberontak terhadap Kerajaan Majapahit karena dihasut seorang pejabat licik bernama Mahapati. Kisah yang lebih panjang terdapat dalam Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Ranggalawe. Pemberontakan tersebut dipicu oleh ketidakpuasan Ranggalawe atas pengangkatan Nambi sebagai rakryan patih. Menurut Ranggalawe, jabatan patih sebaiknya diserahkan kepada Lembu Sora yang dinilainya jauh lebih berjasa dalam perjuangan daripada Nambi. Ranggalawe yang bersifat pemberani dan emosional suatu hari menghadap Raden Wijaya di ibu kota dan langsung menuntut agar kedudukan Nambi digantikan Sora. Namun Sora sama sekali tidak menyetujui hal itu dan tetap mendukung Nambi sebagai patih. Karena tuntutannya tidak dihiraukan, Ranggalawe membuat kekacauan di halaman istana. Sora keluar menasihati Ranggalawe, yang merupakan keponakannya sendiri, untuk meminta maaf kepada raja. Namun Ranggalawe memilih pulang ke Tuban. Mahapati yang licik ganti menghasut Nambi dengan melaporkan bahwa Ranggalawe sedang menyusun pemberontakan di Tuban. Maka atas izin raja, Nambi berangkat memimpin pasukan Majapahit didampingi Lembu Sora dan Kebo Anabrang untuk menghukum Ranggalawe. Mendengar datangnya serangan, Ranggalawe segera menyiapkan pasukannya. Ia menghadang pasukan Majapahit di dekat Sungai Tambak Beras. Perang pun terjadi di sana. Ranggalawe bertanding melawan Kebo Anabrang di dalam sungai. Kebo Anabrang yang pandai berenang akhirnya berhasil membunuh Ranggalawe secara kejam.

Melihat keponakannya disiksa sampai mati, Lembu Sora merasa tidak tahan. Ia pun membunuh Kebo Anabrang dari belakang. Pembunuhan terhadap rekan inilah yang kelak menjadi penyebab kematian Sora pada tahun 1300.

3 komentar:

bockras mengatakan...

sebagai orang Tuban saya bangga,pernah punya seorang pemimpin yang berjiwa ksatria.

Chimoe Syae mengatakan...

mas tulisan yang bener dari mana? biar saya bisa share dengan penulisnya>?
ini tulisanya sama dengan di blog, http://punakawan-suroboyo.blogspot.com/2012/08/kisah-pemberontakan-ronggolawe.html

Nma wong tuban Pur dani mengatakan...

Kalok tuduhhan itu memang meyakitkan sebagae manusia dekat pendoponya yang afa di prughan wetan semanding tuban .kebo ana breang kan masih misanan .sepupu raden ronggo lawe.kenpa kalian ki kok ribut msalah sil silahnya beliau .betarti selain orang tuban keyatanya.kan ngak ada yang berani sama beliao beliao itu .keyataan yang ada orang tuban iku kan pengabdi to mas mas di suruh majikan nya ya betangkat tetapi di balik itu semuanya yeryata kan di adu domba .la orang 2 wilayah timur di kala itu kan belum ada yg mempuni ibarat mempuyai keyakinan elmu setingi beliau beliau to para mas mas yg perlu kalian lihat dan cermati dan kalian urusi di mana leyak dan keturunan beliau beliau itu sekarang muliakan beliau beliau itu mas para bapak diktatoa dik tator pejabat pejabat yang memegag kota tuban SEKARANG INI JANGANLAH KALIAN SEMBUYIKAN AYAO RAHASIA KELUWARGA BELIAU ITU MASIH ADA PARA BAPAK IBU PERTIWI TUBAN PARA MAS 2 YANG SOK TAU MENAU BELIAU ITU .KARENA ALUN ALUN TUBAN ITU DI SERAHKAN PEMERINTAH PUSAT .DULUNNYA ALUN 2 TUBAN ITU MASIH HAK MILIK KELUWARGANYA BELIAU .SEKARANG DI BERIKAN PEMERINTAH KOTA TUBAN .AKAN TETAPI SEJARAH BERBICARA LAIN .KOK KELUWARGA BELIAU LENYSP KAYAK DI TELAN ANGIN INGAT ITU MAD BPAK .SAMPEAN NGAK TAKUT KUWALAT TANPA MEMBERI CINDARA MATA MEWARISI TANAH TUBAN .HSNYA BANGUNAN KUBURAN 2 YG DI BARUI PENDOPO YG DEKAT LAUT ITU .PERLU DI CEK DI URAIKAN DENGAN GBLANG MS KABEH.SAYA MASIH INGAT KATA GURU SAYA SEKARANG MASIH HIDUP BELIAU MASA MUDANYA IKUT KETURUNANYA MAS SAMPEAN SAYA KASIH TAU NI SUMBER SATU SATUNYA YANG MENGETAUI MASIH ADA KETURUNANYA .DAN BELIAU MASIH HIDUP UMURYA KSLOK TIDAK SALAH BELIAU SEKARANG .KELAHIRAN 1921 .MASIH ADA BELIAU BERTEMPAT TINGAL DI KECAMANTAN MONTONG KAB TUBAN DESA NGLAYUTI .KALOK DARI TUBAN KIRI JALAN KALOK SAMPEAN MAU TAU TENTANG KETURUNAN RONGO LAWE BELIAU PERNAH IKUT SERUMAH DENGAN .RA PAKU .RA SODO .RA WIDODO KUSUMO .MADIH ADA TAPI SKRANG PADA NGAK TAU .DI KATENAKAN SYA INI ORANG KECIL KEBENTUR EKONOMI ..SEDANGAKAN SYA MAU BERGURU DI STOP USIA SUDAJ 41 JLN SKARANG INI SAYA MERANTO DI PEDALEMAN KUTAI BARAT SEKATANG HAYA INI SAYA MEMBERI JALUR JALUR YANG TAI PERSIS KARENA SAYA JUGAK MASIH KETURUNAN ORANG ASLI PRI BUMI TUBAN DAN ALLMARHUM MBAH SAYA ITU MEMILIKI ILMUNYA KEBO NA BARANG .SABIT WURANG ITU .DN MEMILIKI ILMUNYA RONGGO LAWE .SAYA NGAK TAU PERSIS GURUNYA MBAH SAYA ITU ORANG MANA ..MASA MUDANYA SAYA NGAK DI PERBOLEHKAN MEMPLAJARINYA .DN ILMU ITU TIDAK ADA YANG DI WARISIKAN KE ANAK CUCUNYA. KALOK BPK MAS PINGIN TAU GURU SAYA YANG ADA DI NGLAYUTI ITU NAMANYA .MBAH SUJAN .BELIAU TIDAK MEMPUYAI ISTRI .SKARANG ITRIYA MENINGAL .SETAHUN YANG LALU .DAN BELIAU MEMPUYAI ANAK YANG NAMANYA SUTTYYONO .ANAK DARI MBAH JAN INI JUGAK BELUM NIKAH TAPI TINGA DI TAMBAK BOYO TUBAN NI KETERANGAN MASALLAH DARSAYA SOAL RA ROGOLAWE DN KETURUNANYA MADIH AFA TAPI ENTAH DI MANA SEKARANG .SAYA FEGAR AFA YANG MEJADI DAN REM NGERSIK ITU 8 TAHUN YANG LALU YANG DI NGERSIK ITU SYA NGAK TAU NAMANYA .KALOK ANDA PENCARI INFO JELAS DATANGI MBAH SUJAN ITU BELIAU PERNAH DI KASIH SAWAH NGAK TAU LUWASNYA SAMPEK SEBERAPA SAYA LUPA ITU ITU JELAS SEMUANYA JANGAN TONYA TANYA MUNG UMEK NA PIKIRAN TAYAKANLAH KEPADA MBAHJAN .DAN SAYA MOHON KIRIM DOAK UNTUK KELUWAGA BELIAO BELIAO ENTAH ITU AGAMANYA HINDU BUDA ITU SEMUANYA JUGAK ANAK PUTU ADA MADIH KETURUNAN KANJENG NABI ADAM DAN PORO NABI LIANE .DAN JANGAN SEBUT 2 BELIAU ITU PEBROTAK . KARENA KALOBDI SEBUT PEMBRONTAK SYA PERIBADI KASIAN NILAH BELIAU . IBARAT KALOK BELIAO DI SBUT PEMBRONTAK G YO RA KEPENAEN KOK MAS .BAGAEMANAPUN BELIAO PERNAH MENJADI PASUKAN ANDALAN MAJAPAIT .DAN BERANI MATY DEMI HARGA DIRI .YANG TER PATRI .WALEKUM SALAM PUR TUBAN

 
© Design byRonggolawe 2008