Selasa, 21 April 2009

Asal - Usul Tuban Jawa Timur

Dinamakan Tuban. Dulunya Tuban bernama Kambang Putih Sudah sejak abad ke-11 sampai 15 dalam berita-berita para penulis China (pada jaman dinasti Song Selatan 1127-1279 dan dinasti Yuan (Mongol) 1271-1368 sampai jaman dinasti Ming th.1368-1644 5)

Tuban disebut sebagai salah satu kota pelabuhan utama di pantai Utara Jawa yang kaya dan banyak penduduk Tionghoanya. Orang Cina menyebut Tuban dengan nama Duban atau nama lainnya adalah Chumin. Pasukan Cina-Mongolia (tentara Tatar), yang pada th. 1292 datang menyerang Jawa bagian Timur (kejadian yang menyebabkan berdirinya kerajaan Majapahit) mendarat di pantai Tuban. Dari sana pulalah sisa-sisa tentaranya kemudian meninggalkan P.Jawa untuk kembali ke negaranya6 (Graaf, 1985:164). Tapi sejak abad ke 15 dan 16 kapal-kapal dagang yang berukuran sedang saja sudah terpaksa membuang sauh di laut yang cukup jauh dari garis pantai. Sesudah abad ke 16 itu memang pantai Tuban menjadi dangkal oleh endapan lumpur. Keadaan geografis seperti ini membuat kota Tuban dalam perjalanan sejarah selanjutnya sudah tidak menjadi kota pelabuhan yang penting lagi (Graaf, 1985:163).Untuk mengurangi kesimpang siuran tentang hari jadi kota Tuban Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tuban (waktu itu dijabat Drs. Djoewahiri Martoprawiro), menetapkan tanggal 12 Nopember 1293 sebagai hari jadi kota Tuban7. Panitia kecil yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Tuban waktu itu memberi alasan bahwa ditetapkannya tanggal tersebut karena bertepatan dengan diangkatnya Ronggolawe sebagai Adipati Tuban. Ronggolawe dianggap sebagai pahlawan bagi rakyat Tuban, dan dianggap sebagai Bupati pertama Tuban. Seperti halnya dengan kota-kota lain di Jawa pada umumnya sumber sejarah kota Tuban sangat sulit didapat. Bahan tulisan yang ada penuh dengan campuran antara sejarah dan legenda. Buku “Babad Tuban” yang ditulis oleh Tan Khoen Swie (1936)

Letaknya sumber air bersih tersebut (Sumur Srumbung) berjarak kurang lebih 10 m dekat pantai, tapi sumur (sumber air) tersebut tetap tawar dan segar,sumur srumbung ini dikisahkan bebas jejak perdebatan antara pendeka dari china dengan sunan Bonang, yang pada akhirnya sunan bonan menancapkapkan tongkatnya di bibir pantai yang akhirnya keluar air yang tawar..yang sekarang hampir hilang terkena abrasi yang diakibatkan gelombang laut yangterus mengikis bibir pantai utara tanah jawa.

Sumber lain tentang sejarah dan legenda tentang kota Tuban lihat: Soeparmo, R. (1983), Tujuh Ratus Tahun Tuban, dan buku: Hari Jadi Tuban (1987), Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Tuban.

Tuban, yang kalau dilihat dari arah laut, seolah-olah seperti batu putih yang terapung (watu kambang putih dalam bahasa Jawa). Sumber ini didapat dari buku : Soeparmo, R. (1983), Tujuh Ratus Tahun Tuban, dan buku Hari Jadi Tuban (1987), Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Tuban.

Laporan Ma Huan yang mengiringi Cheng Ho dalam pelayaran ke 3 (1413-1415), mencatat bahwa kalau orang Cina pergi ke jawa, kapal-kapal lebih dulu sampai ke Tuban, baru kemudian meneruskan perjalanannya ke Gresik, kemudian dilanjutkan ke Surabaya, baru dari sana menuju ke pusat kerajaan Majapahit (di daerah sekitar Mojokerto sekarang) dengan memakai perahu kecil lewat sungai Brantas. (dikutip dari :Ying Yai Sheng Lan dalam buku Nusa Jawa, Denys Lombard Jilid 3)

14 komentar:

cendana mengatakan...

Tuban memang kota tua dan kecil....yang daerahnya bebatuan kapur 60%...pantainya juga bagus sayang mas pantai kotor tak terawat oleh pemda padahal buat pariwisata sangat bagus

wilwatikta mengatakan...

mas tanks artikelnya..minta history nya yang lengkap lagi ditunggu,analisa sejarahnya

Pasa Firaya, ST mengatakan...

Berkunjung dan baca infonya, mudah-mudahan bermanfaat bagi banyak orang, sukses ya. I Like Relationship

Nuryanto mengatakan...

Mas, buku sejarah Tuban (700 Tuban ), R.Supomo, kalo punya boleh aku pinjam.(nur.yanto10@gmail.com)

putra-putri bumi ronggolawe mengatakan...

orang besar n sukses adalah orang yg mau mngenal sejrah daerahnya.
n pemuda yg hebat adlah pemuda yg mau mngenalkn kebudyaan asli daerahnya

by VIRATA HP


PUTRA BUMI RONGGOLAWE

bagus gita mengatakan...

keren sejarah tuban,tapi sejarah tuban masih rancu,belum ada sejarah tuban yang valid

bagus gita mengatakan...

keren sejarah tuban,tapi sejarah tuban masih rancu,belum ada sejarah tuban yang valid

bocah perantau mengatakan...

Aku bangga dlahirkan dbumi ronggolawe...mskpun skrang drantau..

Nugie Thatho mengatakan...

boleh donk copas bosss...???

joko mursodo mengatakan...

sebagai warga tuban saya hrs meluruskan kenapa tdk di tulis yg OBYEKTIF kalau warga tuban tionghoa adalah keturunan pasukan tartar yg sebagian kabur dan menetap dituban. sejarah jangan di manipulasi agar masyarakat paham dan tdk tertipu akan asal usulnya.

joko mursodo mengatakan...

sebagai warga tuban saya hrs meluruskan kenapa tdk di tulis yg OBYEKTIF kalau warga tuban tionghoa adalah keturunan pasukan tartar yg sebagian kabur dan menetap dituban. sejarah jangan di manipulasi agar masyarakat paham dan tdk tertipu akan asal usulnya.

@lee Read One mengatakan...

untuk sobat smua mungkin artikel ini banyak kekuranganya saya punya sumber babat tanah tuban asli yang ditulis dalam bahasa jawa kawi kuno saya kesulitan menterjemahkah...pas ada teman bantu ikut menterjemahkan belum selesai keburu meninggal dunia....hmmm kalo ada yang ingin bantu silahkan tinggalkan no hp ya???tapi gratisan lohhh...hehehe

@lee Read One mengatakan...

dan mengenai sumber cerita banyak sekali yang hampir mirip alurnya paling sedikit perbedaanya karena tak tertulis dalam otentik sejarahnya...

RyanTheBonek mengatakan...

Ronggolawe memang ok

 
© Design byRonggolawe 2008